Fiksi SMP
La Tahzan For Hijabers : Kisah-Kisah Perjuangan, Pengorbanan dan Proses Jilbab Pertamaku
Salah satu kisah yang paling berkesan bagi saya, Perjalanan Panjang Sebuah Hijab yang ditulis Novia Syahidah. Menceritakan perjuangan seorang temannya, Syariifatus Salma dalam berhijab yang menuai konflik dengan keluarga besarnya.
Pekerjaan Syarifa sebagai juru masak di sebuah pondok pesantren, memberinya kesempatan untuk bersekolah. Namun dengan satu syarat, ia harus meminta izin tokoh masyarakat di kampung asalnya. Sayang, bukan izin dari ustadz yang didapat, ia malah dituduh terkena aliran sesat bahkan oleh keluarga besarnya sendiri, ibunya pun tak berkutik.
Saat kembali ke ma’had keluarga menjemputnya secara paksa. Dan ia dikirim ke Surabaya dan bekerja di rumah orang Cina. Hanya tiga bulan ia bertahan di sana, tak tahan karena dilarang mengenakan jilbab. Ia pun memilih pulang kampung. Di sana ia bertemu dengan seorang ibu yang menawarkannya untuk bekerja di rumah temannya di Ciputat.
Delapan bulan bekerja, tepat bulan Ramadhan ia kembali ke kampung dan bertekad untuk kembali ke ma’had usai lebaran untuk belajar. Setelah genap setahun, ia kembali pulang kampung. Lagi-lagi usaha keluarga besarnya untuk membuatnya mau melepas jilbab belum usai. Ia dijodohkan dengan seorang lelaki yang juga tidak menyukainya mengenakan jilbab. Bisa ditebak, ia menolak dan memilih kembali ke ma’had dan menceritakan masalahnya. Atas dasar nasihat pihak ma’had, berbekal roti dan uang sepuluh ribu, ia berangkat ke Jakarta dan bekerja pada seorang ustadz yang berasal dari Timur Tengah.
Masalah baru muncul ketika keinginannya belajar di Lembaga Tahfidz Qur’an tidak mendapat izin dari sang ustadz dan istrinya. Ia pun memutuskan keluar dari pekerjaan dan memilih masuk LTQ. Belum usai masalah rupanya. Saat menumpang di tempat kos saudara ustadznya di ma’had dulu, ia dituduh mencuri. Akhirnya ia keluar dari tempat kos tersebut dan dibawa ke rumah seorang temannya. Untunglah di sana, Mbak Aulia dan keluarganya berjilbab. Sehingga ia tak mendapat kesulitan. Begitulah masalah demi masalah seolah tak ada habisnya. Namun perjuangannya untuk tetap mengenakan jilbab rasanya pantas mendapat balasan setimpal dari Allah SWT.
Masih banyak kisah-kisah dari penulis lainnya yang tak kalah mengharukan. Jatuh bangunnya untuk teguh mengenakan jilbab, mengingat kembali momen masa lalu saat pertama kali berjilbab hingga hidayah Allah yang menuntunnya mengenakan jilbab.
Kisah yang saya alami nyaris serupa. Tapi bukan sulitnya pertama kali mengenakan jilbab, justru kesulitan hadir saat saya memutuskan untuk mensyar’ikan hijab. Lanjutnya bisa dibaca di sini
| P06317S | 904 Asm L C1 | Sejarah dan Geografi | Available |
No other version available