Fiksi SMP
Di Selubung Malam
Hampir dua tahun kejadian nista itu berlalu, namun bara di dada Mandalika tak pernah padam sedikit pun. Hanya matanya yang kini terlihat menyiratkan sedikit kelegaan karena telah menceritakan semuanya kepada Lalu Jagat Wira.
Sementara, Lalu Jagat Wira terlihat menatap laut dengan dada bergelombang, menahan amarah yang seakan hendak meledakkan jasad gagahnya. Napas pemuda itu turun naik dengan cepat, seperti berkejaran dengan ombak yang menjilat bibir pantai tanpa henti.
Matanya yang berkilat menatap tajam tepi cakrawala, membelah jarak yang tak terhingga. Langit yang berwarna keemasan memantulkan rona jingga di wajah pemuda itu. Wajah yang kini menegang kaku. Bibirnya mengatup keras, sekeras gerahamnya yang saling beradu kukuh. Saat ini, ada bara yang meletup-letup dalam dadanya. Perlahan, dari kedua sudut matanya meluncur dua tetes cairan bening. Lalu Jagat Wira menangis!
| P06341S | 813 NOV D C1 | Kesusasteraan | Currently On Loan (Due on2026-05-17) |
No other version available