Buku Pengayaan Khusus Guru
Tan Malaka : Pahlawan Besar yang diLupakan Sejarah
Awal hidup dari Tan Malaka adalah di Minangkabau dengan menjadi murid yang sangat unggul dari kebanyakan murid sekolah lainnya. Ia sampai-sampai mendapatkan perhatian khusus dari gurunya di Bukittinggi yakni G.H. Horensma untuk melanjutkan sekolah keguruan di Belanda. Sehingga setelah ia kembali dari Belanda ia bisa mengajar. Akhirnya Tan Malaka bisa melanjutkan sekolah di Herlem Belanda mulai pada akhir tahun 1913 sampai 1915 setelah itu pindah ke kota Bussum untuk melanjutkan studi sebagai guru kepala. Disana ia sempat gagal dalam ujian perolehan gelar guru kepala, serta pada saat itu di Eropa terjadi Perang Dunia I sehingga ia tak mungkin untuk pulang dan bertahan hidup disana sampai tahun 1920. Menurut sejarawan A. Herry Poze, Tan Malaka selama masih hidup di tanah kelahirannya telah peka terhadap kehidupan tata masyarakat yang sengsara, sehingga itu mengubah pola pikirnya menjadi radikal menentang kolonialisme yang telah menemaninya sampai akhir hayatnya. Sehingga pada saat masih di Belanda, Tan Malaka banyak masuk organisasi kemahasiswaan dan sangat bersimpatik pada haluan sosialisme dan komunisme yang pada saat itu menurut Tan berpihak pada rakyat.
| P10830S | 923.6 Mas T | Sejarah dan Geografi | Available |
No other version available