Buku Pengayaan Khusus Siswa
Menolak Matinya Intelektualisme
DALAM Republic, Plato mengisahkan dialog Socrates dengan Adeimantus. Socrates bertanya, siapakah yang seharusnya mengendalikan kapal dalam pelayaran di lautan? Sembarang orang ataukah seseorang yang terlatih dan berpengalaman? Adeimantus tentu saja memilih yang terakhir, seorang kapten. Socrates lanjut bertanya, jika demikian, mengapa kita membiarkan sembarang orang bisa mengurus negara?
Masih dalam analogi yang sama, Socrates bertanya, apa yang terjadi seandainya kapten kapal dipilih berdasarkan kekayaan, dan kapten kapal yang miskin ditolak untuk mengendalikan kapal meskipun ia lebih baik? Adeimantus menjawab, kapal akan tenggelam. Socrates kembali bertanya, bukankah ini juga mestinya berlaku dalam memilih penguasa?
Dialog ini menggambarkan kecemasan mbah-nya filsafat Barat terhadap demokrasi. Dalam dialog pertama, Socrates berpandangan hak pilih yang diberikan kepada setiap orang bisa berakhir dengan pilihan buruk. Dalam dialog kedua, Socrates mencurigai bahwa massa cenderung memilih pemimpin yang bisa memenuhi hasrat mereka, dan bukan yang mengetahui kebutuhan mereka berdasarkan pengetahuan mendalam serta kebijaksanaan.
| P13858S | 923.6 Usm M | Sejarah dan Geografi | Available |
No other version available