/home/n1082660/public_html/opac.sukmalhokdigital.sch.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 20" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Cerpen%" ]
Berbincang-bincang sembari memakan jajajnan di bawh. Pohon ini dengan angin sepoi-sepoi yang menemani kami membuat perbincangan ini menjadi lebih dalam dan lebih intens. Tetibalah perbincangan ini meuju topik bagaimana nanti jika kita sudah lulus dari tempat ini, rasanya benar-benra singkt waktu kami disekolah ini
Di datang dan memberi hal baru untuk aku kembali tumbuh dengan semangat yang baru. Dengan kepribadiannya yang sederhana tetapan teduh dengan netra coklat yang sedikti gelap, wajahnya sangar tetapi kalau soal perhatian dia jagoannya.
Lodi dan Mona ingin mengikuti lomba pindah kelereng. Lodi dan Mona ingin membawa pulang piala. Mereka mencari cara untuk memenangkan lomba. Akhirnya Lodi dan Mona memenangkan perlombaan. Lodi dan Mona berhasil membawa pulang piala.
Buku ceirta ini yang menceritakan tentang semangat, asa , harapan yang tinggi dan membara yang begitu menarik dan bisa memberi teladan bagi pembaca.
Buku ini snagat bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya. Penerbitan buku ini sebagai wujud kepedulian penerbit dalam turut serta emncerdasakan anak bangsa. Seperti kita ketahui bersama bahwa buku adalah jendela dunia. Oleh karena itu penerbit mempunyai kewajiban yang luhur untuk menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan bermanfaat untuk mencerdaskan dan pembangunan jati diri bangsa.
Cerpen-cerpen yang ditampilkan di sini ia tulis dalam rentang waktu panjang, dari tahun 1970 sampai 2014. Empat puluh empat tahun bukan waktu pendek. Dengan terus berkarya menulis baik novel, esai, maupun cerpen-sampai saat ini ia masih terus menghasilkan cerpen Budi Darma jelas tergolong produktif. (Bre Redana, wartawan harian Kompas) ∗∗∗
"....Mungkin bukan kebetulan bahwa dalam seleksi Kompas, cerita pendek yang tampil paling siap untuk menjadi sebuah kisah pendek adalah yang ditulis oleh A.A. Navis, seorang yang sudah dikenal menulis sejak tahun 1950-an. Dua Sahabat berangkat dan berakhir dengan fokus; ia melukiskan sebuah kejadian yang berlangsung hanya satu dua jam… Laba-laba Gus tf Sakai juga menampakkan kemampuan verbal …
Derabat memang memenuhi kualifikasi cerpen yang baik…. Di samping itu, dari segi penuturan dan suasana yang dibangun dalam cerita, Derabat juga memikat. Sebagai pembaca, saya seperti langsung disergap dalam alur cerita yang mendebarkan, seperti masuk dalam cerita silat. Sedangkan cerpen “Ulat dalam Sepatu” menggunakan metafor yang kena untuk melukiskan proses pembusukan birokrasi, meskipu…
Sebanyak 53 cerpen yang terbit di Kompas dalam rentang waktu 1970-1980 terhimpun dalam antologi ini. Dengan menggunakan pendekatan spectrum oriented, lewat ke-53 cerpen yang terpilih dalam antologi ini, Seno Gumira Ajidarma selaku editornya ingin menjawab pertanyaan: bagaimana cerpen-cerpen ini menggambarkan perbincangan budaya yang berlaku di masa itu, dengan membuka kemungkinan untuk melibatk…
Di antara 39 cerpenis yang telah dipilih dalam buku kumpulan cerpen pilihan Kompas sepanjang tahun 1992 hingga 1996, Seno Gumira Ajidarma yang paling menonjol, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. (Faruk)Ketujuh belas cerpen ini dapat disebut bercorak realis, satu dua masih romantis, sesuai dengan pernyataan awal menjadi segudang pengalaman tambahan... Memang, sewaktu-waktu kita te…