Mati Bahagia, novel Albert Camus yang diterbitkan setelah ia meninggal, ditulis ketika ia masih berusia dua puluhan awal. Dalam novel ini, Camus menampilkan lebih banyak tentang dirinya dibandingka…
Buku ini ditulis oleh Agus Noor, adalah seorang sastrawan asal Jawa Tengah yang lahir pada 26 Juni 1968. Agus Noor, menulis banyak prosa, cerpen, naskah lakon (monolog dan teater) juga skenario si…
Novel ini mengisahkan kehidupan Barman (lelaki tua yang sudah pensiun) yang berlibur ke gunung (villa) bersama seorang gadis muda (Popi). Liburan itu menjadi bermakna dan merupakan pencarian hakeka…
Bersama Telegram-nya Putu Wijaya dan O, Amuk, Kapak punya Tardji, Adam Ma’rifat adalah sebuah tonggak berjingkraknya sebuah generasi sastra yang habis-habisan dalam ranah eksperimentasi sebuah ge…
Terlahir dengan kaki cacat, Kawi Matin tidak pernah mengeluh. Ia menerima segala kekurangannya meski orang memandang hina. Sebagai anak petani miskin, dia hanya ingin menjadi manusia biasa. Dengan …
Dan ketika Waktu telah kehilangan waktu, dan Maqam kesucian telah dicapai oleh seseorang. Dan udara kehidupan duniawi di hadapan Simurgh Ruhani telah terbang lenyap dan kemurahan serta kasih sayan…
Tiga wanita, tiga generasi, dengan tiga nasib yang sama. Itulah gambaran kehidupan Hindun beserta anaknya, Iklima, dan Shopia, cucunya. Semasa kecil, Hindun telah menjadi yatim. Nasib yang sama …
Tuhan itu punya banyak cara untuk membawa seseorang kepada impian yang diinginkannya. Bisa jadi, segala yang diinginkannya bisa jadi segala kesusahan yang dialluinya di depan adalah cara-Nya untuk …
Hasta tak ingin menelingkung diri dan daya kreatifnya dalam berolah cerpen pada hal-hal yang teoritis. Bagi Hasta menulis cerpen ya menulis cerpen dengan seluruh kebebasan yang dimilikinya. Malnya…
Dalam Kobaran api tregedi 1998 di Jakarta yang bersimbah darah Martabat keperempuannya dijarah para lelaki bedebah masuk ke liang lahat berkafan hitam kelamnya sejarah Ia menunggu keadilan dalam …