Fiksi SMP
Seumpama Matahari
Sebagai pejuang, Asrul selalu hidup dalam kewaspadaan. Bersama kelompoknya, Asrul sering bergerilya di hutan dan bertempur melawan tentara nasional. Di mata Asrul, tentara telah berlaku semena-mena terhadap penduduk. “Mereka bebas membunuh siapa saja, tak soal salah benar. Lagipula, negara sudah melindungi mereka, memberikan payung hukum untuk membunuh siapa saja,” ucapnya (hlm 74). Itulah yang mendorong Asrul bergerak melawan dan bergabung bersama barisan pejuang.
Setelah beberapa waktu berjuang di Aceh, suatu ketika Asrul harus bersembunyi ke Riau karena terdesak keadaan. Di Riau, ia tinggal di kos-kosan selama dua bulan sampai akhirnya uangnya habis dan memaksanya menjadi gelandangan. Asrul tak mungkin pulang karena kondisi masih berbahaya. Dalam keadaan sulit tersebut, ia bertemu dua orang gadis bernama Putri dan Ana. Ternyata, Putri dan Ana juga berasal dari Aceh dan juga merupakan korban perang. Mereka kehilangan orang tua karena menjadi korban peluru kesasar tentara gerilya.
| P04787S | 813 ARA S C1 | Kesusasteraan | Available |
No other version available